Senin, 05 September 2016

jalan ceritq cinta bertemu buah hati part 2

Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, bidan kembali melakukan cek dalam namun mentok masih di bukaan 5. Kemudian bidan kembali datang dengan membawa secarik kertas mengenai persetujuan bahwa saya akan dilakukan proses induksi karena sudah 4 jam pembukaan tidak meningkat. Ketika mendengar kata induksi saya langsung merasa lemas, karena setelah baca di beberapa blog pengalaman orang lahiran menggunakan induksi itu rasanya sakit banget karena dipaksa rahim kontraksi sehingga bukaan rerus meningkat. Walaupun takut akhirnya saya menyetujui nya dan sebelumnya bidan bilang bahwa tidak 100% induksi ini bisa berhasil dan di indukai maksimal 2 labu karena pada saat itu induksi melalui infus. Jika induksi gagal maka mau tidak mau harus di cesar.

Selang infus mulai di pasang pada tangan kiri saya, tetesan infus masih lambat. Kontraksi intervalnya masih sekitar 3 menit sekali, namun saya mulai merasakan rasa nikmatnya kontraksi sehingga saya bertanya pada saudara kapan kontraksi akan berhenti karena sakit dan di jawab dengan enteng proses kontraksi berakhir kalau baby G udah brojol..hehe ya iyalah kenapa juga saya nanyain. Ketika di cek bukan dalam bidan bilang bukaan sudah naik menjadi 6. Karena reaksi induksi terhadap tubuh saya cepat sehingga saya mulai dipindahkan dari ruang inap ke ruang persalinan.

Ketika di ruang persalinan efek induksi semakin terlihat, kontraksi mulai sering dan rasa mulesnya semakin aduhai. Rasa ingin mengejan mulai timbul dan susah terbendung, dari awal bidan sudah mewanti-wanti kalau saya jangan mengejan karena sekuat apapun mengejan kalau bukan waktunya bayi tidak akan lahir hanya akan membuat badan lemas dan ketika akhirnya harus melahirkan sudah tidak ada lagi tenaga. Efek induksi teryata berpengaruh pada lambung saya, saya memiliki riwayat sakit maag dan sebelumnya disuruh minum air teh manis terus membuat asam lambung meningkat dan akhirnya saya muntah-muntah. Beberapa kali saya harus ganti baju karena terkena muntah cair dan saya merasa bersalah merepotkan bidan yang harus beberapa kali mengepel lantai.

Kontraksi makin meningkat hingga pukul 22.15 Kadang saya curi-curi kesempatan untuk mengejan karena memang rasa ingin mengejan itu sangat kuat walaupun sudah di tahan. Rasa ingin mengejan ini timbul akibat kepala janin mulai turun masuk ke panggul sehingga terjadi tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa ingin mengejan. Akhirnya dokter datang pada pukul 22.20 dan melihat laporan observasi dari bidan, saya sudah lemas dan ingin menangis karena terus muntah. Lama-lama saya merasa seperti ada cairan mengalir dari jalan lahir, Dokter langsung cek dalam ternyata bukaan sudah 9.5, melihat kondisi yang terus muntah dokter takut saya sampai dehidrasi serta sudah ada rembesan air ketuban akhirnya dokter memerintahkan bidan untuk segera melakukan persiapan proses persalinan.

Bidan dan dokter menginteruksikan saya untuk mengejan kalau kontraksi itu sudah datang, namun karena sudah tidak tahan saya terus saja mengejan dan di tegur dokter kasihan bayi kepalanya takut terjepit kalau sebentar-sebentar mengejan dan takut susah nafas bayinya maklum saya belum berpengalaman. Semakin kesini kontraksi semakin hebat akhirnya dokter memerintahkan saya untuk mengejan dan bidan naik ke ranjang tempat saya tidur. Dokter menggunting area perineum saya untuk memudahkan kepala bayi keluar, sebenarnya daerah perineum sangat elastis namun agar perobekan paksa akibat tekanan bayi tidak semakin melebar akhirnya pengguntingan dilakukan. Dengan doa dan keinginan yang kuat untuk segera bertemu dengan babyG akhirnya saya mengejan kuat sambil perut di dorong oleh bidan akhirnya byurrr ketuban pecah kemudian kepala bayi keluar membuka pintu dan berturut turut lahirlah ubun ubun besar, dahi, hidung dan muka kemudian kepala seluruhnya. Setelah terjadi putaran paksi luar yaitu penyesuaian kepala pada punggung maka lahirlah seluruh badan bayi diikuti sisa air ketuban. Terdengarlah suara tangisan bayi,, alhamdulillah bayi saya lahir dengan sempurna tidak ada kekurangan sedikitpun pada hari kamis tanggal 26 mei 2016 pukul 23.06 dengan bbj 2.5kg dan tinggi 47cm. Saya dan suami meberikan nama Muhammad Ghifari Ibadurrahman. Setah lahir langsung di adzankan oleh bapak saya karena suami masih di perjalanan.

Ketika lahir suara tangisan Ghifar merintih maka dokter memutuskan ghifar langsung di masukan ke inkubator dan diberi oksigen. Karena hal itulah sayang sekali proses inisiasi menyusui dini akhirnya tidak dilaksanakan. Setelah proses melahirkan bayi ternyata saya harus menunggu kontraksi lagi untuk mengeluarkan plasenta. Proses melahirkan plasenta berlangsung atara 5-30 menit. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira kira 100-200 cc. Adanya kontraksi rahim membuat saya kembali mengejan dan plasenta terlepas . Setelah itu dokter membersihkan sisa darah yang keluar dari jalur lahir.

Saya fikir perjuangan sudah sampai disana namun ternyata tidak saudara2. Setelah plasenta keluar ternyata masih ada pendarahan sehingga dokter memastikan darah semua keluar dengan memasukan alat ke rahim saya dan menggerakannya seperti di obok-obok rahim saya, kemudian dokter memasukan kasa bola sebesar kepalan tangan yang berisi betadine ke dalam rahim saya tujuannya agar pendarahan segera berhenti. Setelah beres ternyata saya harus menghadapi kenyataan bahwa area perineum yang sebelumnya di gunting harus dijahit. Rasa nikmatnya dijahit itu aduhai sekali, saya itu paling takut harus di suntik kena jarum karena terbayang sakit. Ini di jahit beberapa kali dan lama sekali membuat rasa sakitnya ulala banget, apalagi tarikan benang jahitnya serasa seseresetan hmm mantap. Saya terus bertanya sama dokter sampai kapan beres di jahit karena sakit dokter bilang sobekny lebar jadi harus di jahit banyak dan saking banyaknya dokter lupa berapa jahitan yang diberikan pada saya ya ampun.

Setelah semua selesai saya masih harus menunggu di ruang bersalin untuk di observasi selama 2 jam. Alhamdulillah kondisi badan saya baik baik saja sehingga saya diperbolehkan pindah ke ruang inap untuk istirahat bersama ghifar. Sehabis melahirkan sampe pagi saya tidak bisa tidur karena dari pinggang sampai ujung kako rasanya pegal sekali seperti habis di gebukin 1 RW, bayangkan saja berapa banyak urat yang putus akibat proses melahirkan. Ketika suami akhirnya datang alhamdulillah lengkap sudah kebahagiaan kami. Perjuangan selama hamil dan melahirkan terbalas dengan lahirnya bayi mungil kami. Mudah-mudahan kami bisa menjadi orang tua yang amanah, anak kami dapat menjadi anak yang soleh, berbakti kepada kedua orang tua dan selalu di berkahi Allah amin.

jalan cerita cinta bertemu buah hati part 1

Persalinan adalah suatu proses yang sangat saya tunggu mengingat usia kandungan sudah memasuki 38w, setiap pagi saya selalu melakukan senam dan jalan pagi untuk mempercepat datangnya tanda cinta dari baby G. Senin tanggal 23 mei saya kontrol kandungan hasil USG bbj 2.1kg tinggi 46cm, dari pengukuran indeks ketuban kondisi janin dll semuanya alhamdulillah normal. Sepulang kontrol saya berusaha mengejar bbj. Selama hamil saya makan sangat dijaga karena takut bbj terlalu besar, saya berharap bisa lahiran normal sehingga pola makan sangat dijaga namun ternyata bbj nya masih di bawah 2.5kg sehingga saya mulai banyak makan ice cream susu coklat dan alpukat. Saking banyakny makan ice cream akhirnya saya malah flu.

Hari pun terus berlalu masih belum ada tanda cinta dari baby G, hingga pada hari rabu sore waktu saya sedang menonton film tiba-tiba saya merasakan seperti mau haid. Ketika saya cek ternyata ada flek buru buru saya hubungi suami karena mungkin saja keluar flek ini salah satu tanda cinta dari baby G. Kemudian saya langsung tanya kaka dan saudara yang bekerja sebagai bidan apakah dalam waktu dekat saya mau melahirkan?karena belum ada kontraksi maka saya menunggu sampai besok pagi. Semalaman saya tidak bisa tidur karena merasa tegang antara senang dan takut mau melahirkan, saya merasa dari pinggang ke kaki semuanya kaku sekali.

Pada hari kamis jam 6 pagi saya di antar ibu untuk pergi ke klinik, alhamdulillah sudah ada bidan yang berjaga saya langsung di cek dalam karena baru pertama kali rasanya ajib banget mana malu lagi. Setelah di cek bidan bilang bahwa saya udah ada pembukaan 1, namun karena engga ada kontraksi bidan langsung memberikan induksi alami. Bukaan lengkap persalinan hingga 10, sedangkan saya baru bukaan 1 jadi saya memutuskan untuk pulang kerumah.

Sampai dirumah kontraksi mulai terasa dan saya langsung download aplikasi kontraksi, mencatat waktu dan durasi kontraksi. Kata orang rasanya kontraksi itu seperti mules mau haid gak sakit ko atau mules kaya mau pup dan memang mulesnya seperti itu namun lama-lam level sakitnya mulai meningkat. Pada jam 2 siang saya merasa kontraksi semakin sering, sehingga saya memutuskan untuk cepat pergi ke klinik.

Sampai di klinik saya langsung bertemu dengan dr.leri alhamdulillah pada saat itu dr.leri sedang bertugas. Saya langsung di cek bukaan dalam dan di USG,hasil cek dalam saya sudah bukaan 3 dan hasil USG bbj alhamdulillah sudah naik menjadi 2.6kg. Niat awal walaupun kontrol kehamilan dengan dokter tapi pada saat melahirkan saya ingin sama bidan aja,karena saya yakin bidan pun memiliki skill untuk membantu proses persalinan.

Hasil USG hari senin kondisi baby G baik dan normal tidak ada apa-apa. Namun ternyata hasil USG saat ini dokter bilang kalau posisi kepala baby G menengadah yang harusnya engga gitu jadi takutnya proses bukaan lama dan bayi susah keluar, saat mendengar itu saya langsung down. Kemudian dokter menjelaskan bahwa dokter akan membantu semaksimal mungkin agar saya bisa lahiran normal, namun karena posisi kepala tengadah jika belum ada proses bukaan lanjutan maka akan dilakukan proses induksi, jika induksi masih tetap tidak bisa dilanjut proses vakum dan yang terakhir cesar. Proses melahirkan pun akhirnya tidak bisa di tangani oleh bidan jadi harus sama dokter dan terus di observasi. Ya Rabbi kenapa jadi seperti ini padahal sebelumnya kondisi semua baik-baik saja, namun saya terus bershusnudzon kepada Allah dan berdoa agar persalinan bisa normal dan lancar.

Karena sudah bukaan 3 saya tidak diijinkan untuk pulang sehingga langsung pesan kamar dan mengisi formulir perjanjian. Sambil nulis sambil dikit dikit berhenti karena ada kontraksi,dan saya merasa sedih ketika harus mengisi nama rumah sakit rujukan jika diharuskan proses cesar. Saya langsung menghubungi suami dan meminta cepat pulang ke bandung menggunakan kereta malam, alhamdulillah karena bukan weekend sehingga suami dapat tiket.

Selama di ruangan menunggu kelanjutan bukaan saya terus berdoa agar dimudahkan persalinan dan meminta maaf sama ibu kalau banyak salah, pada posisi ini saya merasa sangat mencintai ibu dan menyesali perbuatan saya yang secara sengaja ataupun tidak menyakiti ibu. Melalui telfon suami terus mengingatkan agar jangan lupa berdoa, pasrah sama Allah yakin saya bisa melaluinya dengan lancar karena Allah sudah menciptakan bentuk tubuh wanita sedemikian rupa sehingga insyaAllah dapat melahirkan secara normal. Tidak lupa juga diingatkan metoda relaksasi untuk mengurangi sakit pada saat kontraksi.

Setelah 3 jam saya di ruangan inap pada jam 6 sore bidan datang untuk melakukan pengecekan detak jantung, tekanan darah dan cek dalam, bidan bilang bahwa bukaan telah naik menjadi bukaan 5 alhamdulillah. Setelah pukul 8 malam bidan datang dan cek lagi bukaan masih di bukaan 5 berarti tidak ada penambahan bukaan padahal saya sudah merasakan kontraksi yang begitu kuat. Selama kontraksi untuk meringankan rasa sakit saya berjalan kaki di kamar mondar mandir kemudian bergerak di atas birthing ball, setiap 5 menit sekali saya merasakan kontraksi dan sudah takut jika melihat jam karena 5 menit kontraksi ada saya bisa istirahat 5menit kemudian ada lagi terus seperti itu. Kata ibu kalau sudah mendekati persalinan kontraksinya akan semakin sering dan waktunya semakin dekat ibu bilang sih “merekpek”. Supaya saat melahirkan saya ada tenaga maka ibu dan saudara memberikan saya minum air teh manis dan madu, kandungan gula di dalamnya diharapkan dapat menambah tenaga.

Pada saat hamil saya banyak membaca mengenai gentle birth, teknik relaksasi dan hypno birth. Pada intinya saat akan melalui proses melahirkan kondisi badan harus rileks, membangun pemikiran positif akan melahirkan itu tidak sakit dan bisa lancar. Semua teori itu saya praktekan dan memang ketika badan rileks, positif thinking rasa sakit kontraksi berkurang. Selain itu pijatan di belakang pinggang atau endorphine massage membantu mengurangi rasa sakit.

Jumat, 26 Agustus 2016

Mempersiapkan nama untuk calon bayi

Berilah anakmu nama yang baik,,itulah sepenggal kalimat yang membuat saya dan suami memikirkan nama terbaik yang akan diberikan untuk bayi yang masih saya kandung. Setelah membaca buku menyambut buah hati bahwa yang harus memberikan nama itu suami maka saya menyerahkan semuanya sama suami. Di buku itu juga dijelaskan bahwa nama yang disukai Allah adalah Adburrahman dan Abdullah, Jadi saya request ada nama Abdurrahman/ Abdullah yang disematkan pada nama anak kami kelak. 

Walaupun saya serahkan ke suami untuk pencarian nama tapi saya juga ikut mencari cari karena penasaran, tapi terkesan saya yang lebih heboh dari pada suami yang anteng2 aja gak pernah ngediskusiin nama bayi. Akhirnya saya penasaran banget dan suami bilang kayaknya nama Ghifari bagus artinya pengampun/lembut hati, maksudnya c agar selalu diampuni. Kemudian nama panjangnya karena saya ingin memakai nama abdullah/abdurrahman jadi suami memilih untuk memakai nama ibadurrahman yang artinya hamba Allah yang beriman,karena kalau abdurrahman mirip nama suami yaitu abdul rohman hehe jadi saingan nama ayah dan anak

Ibadurrahman disebut pada sura al furqan ayat 63” Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha
Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.”

Sebenarnya suami punya opsi lain untuk nama anak kami yaitu uwais al qarni, nama seorang pemuda yang nggal di zaman nabi Muhammad SAWA, hamba yang tidak terkenal di bumi tapi terkenal di langit karena baktinya kepada ibunya. Harapan suami kalau diberi nama uwais al qarni anak kami kelak akan selalu berbakti dan sayang sama ibu duhh co cwittt hehe tapi kemudian suami mengurungkan niatnya karena kalau mau keluar negeri anak kami takut di persulit soalnya orang barat diluaran sana suka rasis kalau nama ke arab2an.

2minggu sebelum kelahiran anak kami akhirnya saya ingin menambahkan nama depan dengan nama Muhammad diambil dari nama rasulullah SAW dan alhamdulillah suami setuju, ketika akhirnya anak kami lahir dinamailah Muhammad Ghifari Ibadurrahman dengan nama panggilan Ghifar Semoga anak kami menjadi hamba yang beriman dan diampuni serta lembut hati amin ya rabbal alamin

sepenggal cerita perjuangan asi ekslusif


Dari awal masa kehamilan saya selalu bertekad ingin memberikan asi ekslusif sama ghifar karena zat yang terkandung di dalam asi itu bagus banget dan alhamdulilah setelah berdoa dibarengin ikhtiar asi saya deres banget.

Masih terbayang oleh saya saat-saat pertama kali memberikan asi kepada ghifar yang penuh dengan perjuangan. Saat ghifar lahir karena suara tangisannya terdengar merintih tidak seperti bayi menagis pada umumnya akhirny dokter memutuskan ghifar harus dimasukan ke dalam inkubator dan diberi oksigen sehingga proses inisiasi menyusui dini (IMD) tidak dilakukan.

Setelah melahirkan saya di ajarkan suster bagaimana teknik menyusui bayi,selama di klinik tidak ada masalah namun berbeda ketika saat pulang kerumah hampir saja saya setres dan sering menangis.

Ternyata proses menyusui itu tidaklah mudah,posisi perut ibu dan bayi harus menempel dan peletakan mulut bayi harus tepat di area areola atau area hitam PD. Posisi yg kurang tepat akan menghambat bayi mendapatkan asi dan terus merasa lapar. Walaupun sudah banyak membaca literatur namun pada kenyataanya saya mengalami kesulitan saat memberikan asi kepada ghifar.

Posisi pelekatan yang kurang pas dan kondisi pu*ing yang tenggelam ditambah rengekan ghifar karena kehausan membuat semuanya sulit dilakukan dan saya harus rehat beberapa detik untuk mengatur emosi, saat bayi menangis kehausan sedangkan saya sulit untuk memberikan asi kadang membuat saya ingin menangis.

 Kondisi fisik yang lelah karena telah melalui persalinan normal yang subhanallah banget berasa digebukin satu Rw, jam tidur yang kurang karena harus begadang serta rasa khawatir ghifar kekurangan asi karena saya masih belajar menambah banyak fikiran. Setiap tengah malam saat ghifar terbangun karena lapar ditandai dengan tangisan kencang menambah rasa kepanikan dan kesedihan saya. Kalau ingat masa masa itu jadi tambah sayang sama ibu dulu juga saya kaya gitu kali ya sama ibu hehe.

Walaupun sebelum melahirkan saya banyak membaca artikel soal menyusui tapi entah mengapa pada saat prakteknya tiba2 ngeblank mungkin karena panik, saran buat bumil dari trismester ke 3 PD nya harus mulai sering di massage dan pu*ing nya di tarik2 biar kepalanya menonjol keluar. Ada cerita lucu dari teman saya yang sedang hamil pergi kontrol ke bidan untuk pengecekan rutin,disana ketemu sama bumil juga dan cerita bagaimana supaya kepala pu*ing nya menonjol keluar yaitu dengan cara dijepit sama jempol kaki suaminya...OMG itu eksperimen extraordinery banget ga kebayang itu ide awalnya gimana, saya sampe ngakak denger ceritanya.

Pada awal kelahiran bayi, asi yang keluar berupa kolostrum. Kolostrum adalah, cairan pelindung yang kaya akan zat anti infeksi dan berprotein tinggi yang
keluar dari hari pertama sampai hari keempat
atau ketujuh setelah melahirkan. (Utami Roesli,
2004). Kolostrum penuh dengan zat antibody (zat pertahanan tubuh untuk melawan zat asing yang masuk ke dalam tubuh) dan immunoglobulin (zat kekebalan tubuh untuk melawan infeksi penyakit).

Untuk meningkatkan asi saya mulai makan daun katuk,rebusan pepaya muda, asi booster dll walaupun rasanya g enak tapi buat anak tetep aja di makan. Setiap siang saya memompa asi dan hasilnya disimpan di dalam kulkas sehingga ketika malam ghifar pengen mimi saya sendokin asi yang penting ghifar engga kehausan dan bisa gantian sama suami jadi saya bisa istirahat. Di siang hari terus saya belajar bagaimana memberikan asi yang tepat sama ghifar dan saya hanya baru bisa memberikan asi sama ghifar dr PD sebelah kiri karena sebelah kanan PD nya lebih parah tenggelemnya jadi susah banget kalau ghifar mau mimi yang ada malah keburu nangis kejer ghifarnya dan saya panik hehe.


Setelah 1 minggu kelahiran ghifar saya harus kontrol ke dokter katanya kontrol post partum mengecek bagaimana sisa darah di rahim dengan USG serta kebersihan jahitan pasca melahirkan. Karena mau di tinggal akhirnya saya perah asi untuk stok dirumah, selama di klinik saya tidak minum dan tidak makan apa2 akhirnya ketika dirumah ghifar ingin mimi saya kasihkan tetapi setiap di hisap PD saya merasa sakit mungkin asi yang ada pada PD sedikit karena saya tidak makan jadi bahan bakar asi nya kurang, ibu mertua menyarankan saya agar mengkonsumsi air gula akhirnya saya minum tetapi tetap saja sakit

Esoknya masih saja setiap ghifar mimi PD terasa sakit,mungkin karena hisapan ghifar yang kencang akhirnya pu*ting saya lecet terbelah menjadi beberapa bagian dan setiap di hisap ghifar sakitnya subhanallah banget. Selama lecet saya tetap memberikan asi langsung lewat PD ke ghifar karena mau gimana lagi saya pengen ghifar dapet asi ekslusif. Tapi setiap ghifar kehausan dan melihayt mulutnya mangap saya langsung ketakutan sendiri karena rasa sakit siap menunggu hehe tidak jarang saya menjerit dan menangis karena menahan sakit.

Setiap sudah memberikan asi pu*ing saya panas sekali apalagi ketika tergesek baju perihnya minta ampun. Akhirnya kaka saya menyarankan agat pu*ing yang lecet di olesin minyak keletik/minyak kelapa hangat dan di tutup dengan daun sirih, ketika mau memberikan asi pu*ing di bilas dahulu dengan waslap hangat agar minyak tidak tertelan ghifar. Alhamdulillah setelah saya melakukan tips kaka akhirnya dapat mengurangi rasa perih karena lecet,proses penyembuhannya sekitar 1 bulan jadi kalau ada teman2 yang lecet sama kaya saya sabar aja ya selama 1 bulan menahan rasa sakit insyaAllah jadi Ladang jihad kita hehe.

Setelah proses lecet itu terlampaui semakin kesini konsumsi asi ghifar semakin meningkat sehingga saya pun makan udah seperti mesin giling siang dan malam makan terus untuk mencukupi produksi asi. Rasa kekhawatiran muncul takut ghifar engga merasa cukup dengan asi sehingga setiap ghifar haus saya hanya memberikan asi dari 1 PD saja dan jarak ghifar mimi setiap 3jam sekali karena umumnya kita harus menyusui bayi setiap 2-3jam sekali. Kemudian saya menemukan artikel bahwa semakin cepat asi di kosongkan dari PD semakin cepat pula asi di produksi bahkan ketika kita menyusui asi itu terus di produksi.

Akhirnya saya tidak pernah membatasi ghifar untuk mimi selalu memberikan asi kapanpun dia lapar dan sampe kenyang. Fikiran positif akan membantu produksi asi yang banyak jadi busui gak boleh setres karena bakal menurunkan hormon yang memproduksi asi. semenjak PD saya lecet gara2 memompa akhirnya saya gak pernah pompa asi lagi tapi kemudian saya baca artikel jika kita rajin memompa asi setiap 2 jam sekali maka produksi asi akan semakin melimpah bahkan bisa sampe 1200ml setiap hari, dari sana saya jadi mulai penasaran dan mencoba memompa lagi alhamdulillah ternyata asi saya tambah banyak dan lumayan buat Stok kalau saya bepergian meninggalkan ghifar dengan nene nya saya tidak perlu was-was.

Oh iya soal ASIP(asi perah) saya teringat saudara yang beda 1 bulan melahirkan dengan saya dia mencampur asi dengan sufor karena untuk jaga2 kalau mau bepergian jadi anaknya engga kehausan karena ga ada asi, sayang banget kan kalau asi kita melimpah tapi ketika mau pergi anak kita dikasih sufor. Dengan memompa asi dan menyimpannya di botol penyimpanan asi bisa ko jadi stok kalau kita mau meninggalkan bayi dan gak khawatir bayi kekurangan asi jadi bayi tetep dapet asi ekslusif dan Alhamdulillah saudara saya ikut saran saya sekarang udah gak pake sufor lagi anaknya.

Untuk menjaga agar produksi asi banyak saya masih mengkonsumsi sayuran hijau, pepaya dan susu kacang kedelai tapi saya mulai meninggalkan konsumsi daun katuk karena sudah eneg banget sama bau nya hehe. Untuk memberikan sesuatu hal terbaik bagi anak kita memang harus melalui perjuangan, tapi jangan pernah menyerah untuk memberikan asi ekslusif bagi anak karena anak sudah ada rejekinya dari Allah. Mudah2an saya bisa memberikan asi kepada ghifar sampai 2 tahun usianya Amin.