Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Agustus 2016

Mempersiapkan nama untuk calon bayi

Berilah anakmu nama yang baik,,itulah sepenggal kalimat yang membuat saya dan suami memikirkan nama terbaik yang akan diberikan untuk bayi yang masih saya kandung. Setelah membaca buku menyambut buah hati bahwa yang harus memberikan nama itu suami maka saya menyerahkan semuanya sama suami. Di buku itu juga dijelaskan bahwa nama yang disukai Allah adalah Adburrahman dan Abdullah, Jadi saya request ada nama Abdurrahman/ Abdullah yang disematkan pada nama anak kami kelak. 

Walaupun saya serahkan ke suami untuk pencarian nama tapi saya juga ikut mencari cari karena penasaran, tapi terkesan saya yang lebih heboh dari pada suami yang anteng2 aja gak pernah ngediskusiin nama bayi. Akhirnya saya penasaran banget dan suami bilang kayaknya nama Ghifari bagus artinya pengampun/lembut hati, maksudnya c agar selalu diampuni. Kemudian nama panjangnya karena saya ingin memakai nama abdullah/abdurrahman jadi suami memilih untuk memakai nama ibadurrahman yang artinya hamba Allah yang beriman,karena kalau abdurrahman mirip nama suami yaitu abdul rohman hehe jadi saingan nama ayah dan anak

Ibadurrahman disebut pada sura al furqan ayat 63” Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha
Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.”

Sebenarnya suami punya opsi lain untuk nama anak kami yaitu uwais al qarni, nama seorang pemuda yang nggal di zaman nabi Muhammad SAWA, hamba yang tidak terkenal di bumi tapi terkenal di langit karena baktinya kepada ibunya. Harapan suami kalau diberi nama uwais al qarni anak kami kelak akan selalu berbakti dan sayang sama ibu duhh co cwittt hehe tapi kemudian suami mengurungkan niatnya karena kalau mau keluar negeri anak kami takut di persulit soalnya orang barat diluaran sana suka rasis kalau nama ke arab2an.

2minggu sebelum kelahiran anak kami akhirnya saya ingin menambahkan nama depan dengan nama Muhammad diambil dari nama rasulullah SAW dan alhamdulillah suami setuju, ketika akhirnya anak kami lahir dinamailah Muhammad Ghifari Ibadurrahman dengan nama panggilan Ghifar Semoga anak kami menjadi hamba yang beriman dan diampuni serta lembut hati amin ya rabbal alamin

sepenggal cerita perjuangan asi ekslusif


Dari awal masa kehamilan saya selalu bertekad ingin memberikan asi ekslusif sama ghifar karena zat yang terkandung di dalam asi itu bagus banget dan alhamdulilah setelah berdoa dibarengin ikhtiar asi saya deres banget.

Masih terbayang oleh saya saat-saat pertama kali memberikan asi kepada ghifar yang penuh dengan perjuangan. Saat ghifar lahir karena suara tangisannya terdengar merintih tidak seperti bayi menagis pada umumnya akhirny dokter memutuskan ghifar harus dimasukan ke dalam inkubator dan diberi oksigen sehingga proses inisiasi menyusui dini (IMD) tidak dilakukan.

Setelah melahirkan saya di ajarkan suster bagaimana teknik menyusui bayi,selama di klinik tidak ada masalah namun berbeda ketika saat pulang kerumah hampir saja saya setres dan sering menangis.

Ternyata proses menyusui itu tidaklah mudah,posisi perut ibu dan bayi harus menempel dan peletakan mulut bayi harus tepat di area areola atau area hitam PD. Posisi yg kurang tepat akan menghambat bayi mendapatkan asi dan terus merasa lapar. Walaupun sudah banyak membaca literatur namun pada kenyataanya saya mengalami kesulitan saat memberikan asi kepada ghifar.

Posisi pelekatan yang kurang pas dan kondisi pu*ing yang tenggelam ditambah rengekan ghifar karena kehausan membuat semuanya sulit dilakukan dan saya harus rehat beberapa detik untuk mengatur emosi, saat bayi menangis kehausan sedangkan saya sulit untuk memberikan asi kadang membuat saya ingin menangis.

 Kondisi fisik yang lelah karena telah melalui persalinan normal yang subhanallah banget berasa digebukin satu Rw, jam tidur yang kurang karena harus begadang serta rasa khawatir ghifar kekurangan asi karena saya masih belajar menambah banyak fikiran. Setiap tengah malam saat ghifar terbangun karena lapar ditandai dengan tangisan kencang menambah rasa kepanikan dan kesedihan saya. Kalau ingat masa masa itu jadi tambah sayang sama ibu dulu juga saya kaya gitu kali ya sama ibu hehe.

Walaupun sebelum melahirkan saya banyak membaca artikel soal menyusui tapi entah mengapa pada saat prakteknya tiba2 ngeblank mungkin karena panik, saran buat bumil dari trismester ke 3 PD nya harus mulai sering di massage dan pu*ing nya di tarik2 biar kepalanya menonjol keluar. Ada cerita lucu dari teman saya yang sedang hamil pergi kontrol ke bidan untuk pengecekan rutin,disana ketemu sama bumil juga dan cerita bagaimana supaya kepala pu*ing nya menonjol keluar yaitu dengan cara dijepit sama jempol kaki suaminya...OMG itu eksperimen extraordinery banget ga kebayang itu ide awalnya gimana, saya sampe ngakak denger ceritanya.

Pada awal kelahiran bayi, asi yang keluar berupa kolostrum. Kolostrum adalah, cairan pelindung yang kaya akan zat anti infeksi dan berprotein tinggi yang
keluar dari hari pertama sampai hari keempat
atau ketujuh setelah melahirkan. (Utami Roesli,
2004). Kolostrum penuh dengan zat antibody (zat pertahanan tubuh untuk melawan zat asing yang masuk ke dalam tubuh) dan immunoglobulin (zat kekebalan tubuh untuk melawan infeksi penyakit).

Untuk meningkatkan asi saya mulai makan daun katuk,rebusan pepaya muda, asi booster dll walaupun rasanya g enak tapi buat anak tetep aja di makan. Setiap siang saya memompa asi dan hasilnya disimpan di dalam kulkas sehingga ketika malam ghifar pengen mimi saya sendokin asi yang penting ghifar engga kehausan dan bisa gantian sama suami jadi saya bisa istirahat. Di siang hari terus saya belajar bagaimana memberikan asi yang tepat sama ghifar dan saya hanya baru bisa memberikan asi sama ghifar dr PD sebelah kiri karena sebelah kanan PD nya lebih parah tenggelemnya jadi susah banget kalau ghifar mau mimi yang ada malah keburu nangis kejer ghifarnya dan saya panik hehe.


Setelah 1 minggu kelahiran ghifar saya harus kontrol ke dokter katanya kontrol post partum mengecek bagaimana sisa darah di rahim dengan USG serta kebersihan jahitan pasca melahirkan. Karena mau di tinggal akhirnya saya perah asi untuk stok dirumah, selama di klinik saya tidak minum dan tidak makan apa2 akhirnya ketika dirumah ghifar ingin mimi saya kasihkan tetapi setiap di hisap PD saya merasa sakit mungkin asi yang ada pada PD sedikit karena saya tidak makan jadi bahan bakar asi nya kurang, ibu mertua menyarankan saya agar mengkonsumsi air gula akhirnya saya minum tetapi tetap saja sakit

Esoknya masih saja setiap ghifar mimi PD terasa sakit,mungkin karena hisapan ghifar yang kencang akhirnya pu*ting saya lecet terbelah menjadi beberapa bagian dan setiap di hisap ghifar sakitnya subhanallah banget. Selama lecet saya tetap memberikan asi langsung lewat PD ke ghifar karena mau gimana lagi saya pengen ghifar dapet asi ekslusif. Tapi setiap ghifar kehausan dan melihayt mulutnya mangap saya langsung ketakutan sendiri karena rasa sakit siap menunggu hehe tidak jarang saya menjerit dan menangis karena menahan sakit.

Setiap sudah memberikan asi pu*ing saya panas sekali apalagi ketika tergesek baju perihnya minta ampun. Akhirnya kaka saya menyarankan agat pu*ing yang lecet di olesin minyak keletik/minyak kelapa hangat dan di tutup dengan daun sirih, ketika mau memberikan asi pu*ing di bilas dahulu dengan waslap hangat agar minyak tidak tertelan ghifar. Alhamdulillah setelah saya melakukan tips kaka akhirnya dapat mengurangi rasa perih karena lecet,proses penyembuhannya sekitar 1 bulan jadi kalau ada teman2 yang lecet sama kaya saya sabar aja ya selama 1 bulan menahan rasa sakit insyaAllah jadi Ladang jihad kita hehe.

Setelah proses lecet itu terlampaui semakin kesini konsumsi asi ghifar semakin meningkat sehingga saya pun makan udah seperti mesin giling siang dan malam makan terus untuk mencukupi produksi asi. Rasa kekhawatiran muncul takut ghifar engga merasa cukup dengan asi sehingga setiap ghifar haus saya hanya memberikan asi dari 1 PD saja dan jarak ghifar mimi setiap 3jam sekali karena umumnya kita harus menyusui bayi setiap 2-3jam sekali. Kemudian saya menemukan artikel bahwa semakin cepat asi di kosongkan dari PD semakin cepat pula asi di produksi bahkan ketika kita menyusui asi itu terus di produksi.

Akhirnya saya tidak pernah membatasi ghifar untuk mimi selalu memberikan asi kapanpun dia lapar dan sampe kenyang. Fikiran positif akan membantu produksi asi yang banyak jadi busui gak boleh setres karena bakal menurunkan hormon yang memproduksi asi. semenjak PD saya lecet gara2 memompa akhirnya saya gak pernah pompa asi lagi tapi kemudian saya baca artikel jika kita rajin memompa asi setiap 2 jam sekali maka produksi asi akan semakin melimpah bahkan bisa sampe 1200ml setiap hari, dari sana saya jadi mulai penasaran dan mencoba memompa lagi alhamdulillah ternyata asi saya tambah banyak dan lumayan buat Stok kalau saya bepergian meninggalkan ghifar dengan nene nya saya tidak perlu was-was.

Oh iya soal ASIP(asi perah) saya teringat saudara yang beda 1 bulan melahirkan dengan saya dia mencampur asi dengan sufor karena untuk jaga2 kalau mau bepergian jadi anaknya engga kehausan karena ga ada asi, sayang banget kan kalau asi kita melimpah tapi ketika mau pergi anak kita dikasih sufor. Dengan memompa asi dan menyimpannya di botol penyimpanan asi bisa ko jadi stok kalau kita mau meninggalkan bayi dan gak khawatir bayi kekurangan asi jadi bayi tetep dapet asi ekslusif dan Alhamdulillah saudara saya ikut saran saya sekarang udah gak pake sufor lagi anaknya.

Untuk menjaga agar produksi asi banyak saya masih mengkonsumsi sayuran hijau, pepaya dan susu kacang kedelai tapi saya mulai meninggalkan konsumsi daun katuk karena sudah eneg banget sama bau nya hehe. Untuk memberikan sesuatu hal terbaik bagi anak kita memang harus melalui perjuangan, tapi jangan pernah menyerah untuk memberikan asi ekslusif bagi anak karena anak sudah ada rejekinya dari Allah. Mudah2an saya bisa memberikan asi kepada ghifar sampai 2 tahun usianya Amin.

Minggu, 07 Agustus 2016

Journey to be a mom part 1

1Journey to be a Mom Part 1


Perjalanan hidup tak ada yang tahu apa yang akan terjadi begitupun dengan jalan hidup yang saya alami. Tak terasa 1 bulan telah berlalu dari hari pernikahan yang dilakukan pada tanggal 16 september 2015 kado terindah yang telah Allah berikan untuk saya tepat 5 hari sebelum hari ulang tahun, Allah memberikan jodoh terbaik untuk saya. Hari ini tepat 1 bulan kami menikah dan berjalan tidak seperti biasanya, ada rasa senang dan bingung ketika saya memandang alat tes pack yah nampak 2 garis merah yang menandakan positif hamil. Senang ada makhluk kecil yang hidup di dalam rahim saya namun bingung diluar dugaan karena kami berniat untuk menunda selama 1 tahun namun ternyata Allah lebih cepat mempercayakan amanah ini kepada kami.


Trismester 1 menjadi awal perjuangan saya sebagai bumil, pada kehamilan trismester 1 terkenal dengan istilah morning sick dimana terjadinya rasa mual dan ingin muntah dipagi hari. Namun bagi saya bukan hanya morning sick tapi all day sick hehe karena memang rasa mual itu muncul tidak hanya di pagi hari saja tapi sepanjang hari. Rasa mual ini terjadi karena adanya hormon HCG ( Human Chorionic Gonadotropin) yang diproduksi setelah terjadinya pembuahan. Hormon HCG diperlukan untuk mendukung pertumbuhan plasenta yang berperan menyalurkan nutrisi dan oksigen dari tubuh ibu ke janin. Waktu kadar hormon HCG pada air seni meningkat, alat tes kehamilan akan menunjukkan dua garis yang menandakan positif hamil. Tapi dampak dari meningkatnya kadar hormon HCG yang tinggi menyebabkan mual dan ingin muntah yang sulit tertahan. Walaupun mual dan muntah terus terjadi dan bikin lemes tapi tetap harus ada asupan nutrisi yang masuk ke badan buat detun.

Banyak hal-hal baru yang terjadi di kehamilan semester 1 ini, saya yang asalnya senang sekali makan produk olahan daging sapi tiba-tiba saja gak suka dan tercium bau yang memicu rasa ingin muntah. Apapun makanan yang mengandung protein mulai dari ikan, ayam, telur semua saya stop jangankan ingin makan mencium baunya saja membuat saya ingin muntah. Dua bulan pertama kehamilan saya masih bekerja di Karawang jauh dari suami yang kerja di Solo dan keluarga yang tinggal di Bandung, terasa sekali perjuangannya namun harus tetap di nikmati. Semenjak hamil tiba-tiba mood cepat sekali berubah kadang senang, sedih, marah silih berganti, dari yang asalnya senang tiba-tiba bisa nangis bombay engga jelas yah untuk para suami jangan heran ketika istrinya tiba-tiba jadi melankolis dan baperan semua itu terjadi karena banyaknya perubahan hormon dalam tubuh bumil. Selain hormon HCG ada juga beberapa hormon yang diproduksi tubuh yaitu hormon HPL (Human Placental Lactogen) yang  berperan dalam memproduksi ASI pasca melahirkan. Hormon Relaxin  fungsinya memberikan efek relaksasi pada bagian sendi, panggul dan melembutkan  bagian leher rahim. Hormon estrogen yang diproduksi ovarium berperan meningkatkan pertumbuhan slauran kelenjar  susu yang sangat penting saat masa menyusui selain itu fungsinya dapat pula memicu kontraksi pada rahim jadi otot-otot di bagian  uterus menjadi lebih sensitif dan membuat bagian miss V dan serviks  menjadi lebih lentur dan juga hormn estrogen ini  mampu memperkuat dinding rahim saat terjadi proses persalinan. Kemudian ada hormon progesteron yang fungsinya untuk menciptakan lapisan dinding  rahim yang berperan untuk menahan plasenta yang ada pada rahim dan yang terakhir hormon MSH (Melanocyte Stimulating Hormone) yang dapat merangsang pigmentasi kulit pada wanita hamil.

Selain jadi melankolis dan baperan bumil tiba-tiba ngidam dadakan, banyak makanan atau hal-hal yang ingin dilakukan tapi gak boleh enggak wajib di turutin, terkesan egois banget sih tapi yah itulah uniknya bumil. Waktu hamil ngidam saya itu pengen jalan-jalan terus karena kalau ngidam makanan kan bisa dicari sendiri tapi kalau ngidam jalan-jalan kan harus sama suami hehe ngidam z pake strategi. Kehamilan pada semester 1 bener-bener perjuangan karena ini baru hamil pertama bagi saya yang masih awam ditambah jauh dari suami dan keluarga tapi rasa senang karena akan memiliki keturunan mengalahkan rasa lelah efek mual dan baperan hehe

Selasa, 23 Februari 2016

Rindu namun hanya sebatas rindu

Rindu mungkin itu yang saya rasakan, maksud rindu disini itu adalah rindu banget buat ngurus lagi blog ini yang sempat vakum lama banget, terakhir ngepost tulisan di tahun 2014 dan sekarang udah masuk bulan februari  tahun 2016. Lama banget blog ini gak keurus karena banyak hal kaya kerjaan yang padet, laptop yang sering ngadat karena kebanyakan data dan juga sinyal internet yang gak bisa kompromi. 

Tapi sekarang insyaAllah mudah-mudahan bisa ngurus blog lagi dimulai dengan membersihkan blog dari sarang laba-laba dan jamur karena udah lama banget gak di urus hehe. Mudah-mudahan kedepannya makin produktif karena sekarang lebih fokus dirumah menanti kelahiran dede utun yang insyaAllah udah menginjak usia 6 bulan. Udah lama gak ngurus blog tau-tau banyak banget hal dalam hidup yang berubah dari mulai status yang udah nikah, sebentar lagi mau jadi orang tua dan juga pekerjaan. Mudah-mudahan waktu yang udah berlalu dipake dengan hal-hal positif amiinnn. 

Sekarang saya lagi seneng traveling, belajar bercocok tanam, belajar memasak dan membuat beberapa kreasi tangan, tujuan awal buat ngilangin rasa jenuh karena yang biasanya sibuk kerja sekarang fokus dirumah, insyaAllah mudah-mudahan kedepannya bisa saya share cerita traveling, resep masakan, belajar bercocok tanam dan beberapa kerajinan tangan yang sebenernya saya ambil referensinya dari temen-temen bloger lain hehehe


Kalau udah curhat pasti panjang lebar,,mudah-mudahan kedepannya bisa aktif lagi nulis blog dan meningkatkan kualitas tulisannya yang hampir lama banget gak pernah nulis lagi huhuhuhu....ayo semangat 


Solo, 24 Februari 2016

Kamis, 15 Mei 2014

Ngebolang di Kota HUjan

Traveling/ melancong atau sekarang lebih trend biasa dibilang ngebolang adalah salah satu hobi gw sejak masa SMA tingkat pertama, dulu paling berani ngebolang disekitaran Bandung entah itu touring ke daerah lembang, cimahi, atau daerah lainnya di kota Bandung. Semenjak kuliah, gw mulai berani memperlebar ekspansi ngebolang dengan mengunjungi beberapa daerah di pulau jawa seperti Jakarta, Tangerang, Jogja, Cirebon, dan Garut. Berbekal absensi minimal 70% untuk syarat mengikuti ujian kuliah teori, akhirnya jatah libur kuliah 30% itulah gw gunakan untuk ngebolang atau sekedar mengikuti acara kemahasiswaan diluar kampus (mamah,,bapa maafkan anakmu hehe,,walaupun sering bolos tapi IPK alhamdulilah aman terkendali hehe). Semenjak kerja hobi ngebolang gw semakin menjadi-jadi ditambah punya penghasilan sendiri membuat daftar rencana ngebolang gw semakin panjang saja hehe.

Namun hobi ngebolang kadang tak berjalan mulus, banyak kritikan yang gw terima dari orang-orag sekitar, berikut statment mereka..
  1. Ngapain ngebolang, entar diculik loh!
  2. Ah lagi-lagi ngebolang paling cuma numpang narsis foto-foto doang buat dipajang di Facebook n DP BBM. ( Dalem banget bro)
  3. Hari gini ngebolang disaat perekonomian Indonesia lagi sulit elu lebih suka ngehabisin uang secara percuma dari pada di investasiin?
  4. Gak cape ya ngebolang? Paling cuma kuliner muter-muter kaya orang lagi tawaf aja. (yah itung-itung gue belajar tawar sebelum pergi umroh/haji kan g masalah :D)
  5. Ngebolang keliling Indonesia ah gak seru, keluar negeri dong Eropa gitu,, Ok buat yang berstatmen kaya gini gw cuma bisa bilang tabungan gw belum cukup, puas? Hehehhe
  6. Dan yang paling menyayat hati menghujam jantung adalah statment temen gue yang paling iseng “ Ngapain sih ngebolang mulu keliling pulau Jawa, lu gakkan dapet jodoh karena ngebolang, udah jauh-jauh kesana kesini palingan jodoh lu anak tetangga samping rumah” jleb banget kan dikatain gitu, setelah usut diusut ternyata jodoh temen gw itu anak kampung sebelah dan bentar lagi mau merit,,hmm pantesan dia bilang gitu gw cuma bisa tepok jidat deh hehe.
Walaupun dengan ngebolang banyak pro dan kontra yang gw dapet, tapi gak menyurutkan hobi gw buat ngebolang, karena banyak manfaat yang gw dapet selain banyak temen, makanan kuliner khas, bahkan kebudayaan dan tradisi didaerah tersebut. Satu minggu yang lalu gw ngebolang sama temen-temen ke Bogor dengan tempat tujuan Kebun Raya Bogor. Setelah diskusi lewat SMS dan konfirmasi dari temen-temen akhirnya kita sepakat pergi hari sabtu tempat meeting point di Stasiun Manggarai jam 9.00 pagi. Kereta jadi transportasi yang gw pilih karena lebih aman, hemat, efektif dan efisien dibandingkan pake bus yang kemungkinan terjebak macetnya sangat tinggi dibandingkan naik kereta, secara gitu gak mungkin kan naik kereta kena macet emang ada komo lewat??hehe.
 
(Rutu KRL JABODETABEK)

Gw start dari rumah jam 8.00 janjian sama temen di stasiun Buaran jam 8.45 dan melanjutkan perjalanan ke stasiun Manggarai transit dulu di Stasiun Jatinegara dan bayar tiket kereta lagi karena gw belum faham bayar kereta pake sistem kartu yang mulai diberlakuin di Jakarta. Akhirnya jam 9.00 gw sampe di Manggarai dan  ketemu dengan 2 teman gw. Ternyata perjalanan ngebolang hari itu gak berjalan sesuai dengan waktu yang ditentukan karena satu temen gw datang terlambat alhasil kita nunggu lama tapi gak datang-datang dan akhirnya kita memutuskan membagi 2 tim, yang 1 duluan ke Bogor dan yang 1 lagi nunggu temen gw sampe ke Manggarai.
 
(Stasiun Manggarai)

Jam 12.15 gw sampe stasiun Bogor, karena mulai kelaparan kita jalan ke taman dipingir stasiun Bogor nama taman itu adalah Taman Topi disana banyak banget penjual makanan dengan harga sangat terjangkau, akhirnya temen gw beli rujak dengan harga 1 porsi 10.000 sedangkan gw lebih memilih beli asinan Bogor  karena asinan Bogor adalah salah satu makanan khas kota hujan ini, ketika dicicipi ternyata asinan sayurnya enak banget dan harganya terjangkau cuma 12.000, asam manis pedasnya maknyus banget deh. Sambil nunggu temen, kita ngadem dibawah tenda dan shalat di mushola terdekat, jam 12.30 temen gw yang pergi nyusul nyampe juga. Jam 13.00 kita pergi ke Kebun Raya Bogor naik angkot no 02 dan tanya sama sopirnya “ Pak lewat kebun Raya kan?” dan dijawab anggukan oleh bapak sopir sebagai tanda mengiyakan, akhirnya rombongan pun naik angkot. Selang 10 menit kita sampai di gerbang kebun raya, tapi ternyata supirnya salah nurunin di gerbang belakang jadinya kita jalan kaki sampai gerbang utama kebun raya. Ketika mulai masuk gerbang utama Kebun Raya Bogor kita ngantri di loket buat beli tiket masuk seharga 14.000. Setelah masuk ke Kebun Raya Bogor, suasananya adem banget karena banyak pohon-pohon besar, danau, bebatuan, angin pokonya adem banget deh ditambah sungai-sungai kecil disepanjang jalan menambah keindahan, sebagai anak muda yang narsis abis tapi gak sadis, kita mulai berfoto ria sebagai kenang-kenangan. 

Setelah berjalan beberapa waktu, temen gw nyaranin buat maen ke Kebun Anggrek. Buat pergi ke kebun anggrek gak susah ko kita tinggal ikutin petunjuk arah, sebelum sampe ke kebun anggrek kita bakal melewati danau besar yang diatasnya ditumbuhi tanaman teratai ternyata danau itu namanya Danau Gunting, disebelahnya ada lapangan hijau berbukit yang mirip bukit teletubies hehe dan sesi foto-foto pun dimulai lebih menggila hehe.

Setelah puas berfoto ria di bukit dan Danau Gunting akhirnya kita menuju kebun anggrek, buat masuk ke kebun ini gak bayar ko. Ketika masuk ke kebun ini gw cuma bisa bilang Subhanallah Maha Besar Allah,,pemandangannya indah banget kece badai kalo kata orang jepang sih sugoiiiiiii hehe. Tatanan kebun yang rapih, variasi tanaman anggrek yang banyak banget, air mancur semuanya di setting sedemikian rupa  pokonya keren banget deh. Perjalanan kita dilanjut keliling-keliling kebun raya sambil salah satu temen gw nyeletuk nyeritain cerita mistis yang terjadi di sekitar kebun raya ini salah satunya legenda jembatan merah,,hadeuh serem banget. Dasar anak muda setelah diceritain gitu bukannya takut mereka malah semakin penasaran dan akhirnya kita pergi kesana. Sampai di Jembatan Merah gw merasa takjub dengan rangka jembatan itu yang memakai sistem jembatan gantung jadi gak ada kolom yang nahan di tengah-tengahnya keren banget kaya jembatan San Fransisko (kayak yang ngerti ilmu sipil n arsitek aja hehehe).
p17u4dp7q326716i4bvi134462g4 
 (Jembatan Merah)
Setelah puas foto-foto akhirnya kita nemu bunga yang terkenal di kebun ini yaitu bunga bangkai atau bunga Raflesia Arnoldi, bunga ini ukurannya masih tidak terlalu besar karena belum mekar tapi gw beruntung bisa lihat bunga ini secara real gak cuma di buku IPA doang hehe. .
 
(Bunga Raflesia Arnoldi) 
Setelah cape jalan-jalan kita memutuskan buat istirahat didekat patung pohon kelapa karena kaki mulai sakit gara-gara jalan terus, sambil istirahat kita beli ice cream yang dijual koperasi kebun raya seharga 3.000, namanya juga ice cream murah jadi rasanya yah begitulah tapi lumayan buat ngilangin sedikit rasa haus. Jam 15.00 sedikit demi sedikit hujan turun memaksa kita buat berteduh, akhirnya karena hujan gak reda juga, kita memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang karena lapar kita cari tempat kuliner, berdasarkan info yang gw dapet dari temen gw yang asli anak Bogor gw dan temen makan di Mie Ayam Bakso Jamur. Dari Kebun Raya Bogor tempat mie ayam itu gak jauh cuma tinggal jalan kaki nyebrang terus ke sebelah kanan ada bangunan warna putih mirip bangunan belanda dan ada plang Mie Ayam Bakso Jamur Tunggal, akhirnya gw mesen mie ayam bakso jamur seharga 19.000 dan minumnya es lidah buaya seharga 10.000 yang rasanya emang enak dan seger banget. Jam 16.00 gw dkk pulang pake angkot ke stasiun Bogor, dilanjut pake kereta jurusan Bogor-stasiun kota. setelah sampe di kereta badan bener-bener capek akhirnya selama di perjalanan kita tertidur dan selamat sampai rumah masing-masing. Walaupun badan cape, kaki pegel, tapi Bogor memberikan kesan indah buat gw tersendiri, keramahan warganya, keenakan kulinernya, keindahan kebun raya dan lingkungan sekitarnya. Ternyata hobi ngebolang gak cuma ngehabisin duit ko, tapi banyak manfaat yang bisa kita ambil. Itulah sedikit cerita gw tentang ngebolang dan perjalanan di kota hujan.. ^^
Karawang, 15 Mei 2014