Minggu, 07 Agustus 2016

Journey to be a mom part 1

1Journey to be a Mom Part 1


Perjalanan hidup tak ada yang tahu apa yang akan terjadi begitupun dengan jalan hidup yang saya alami. Tak terasa 1 bulan telah berlalu dari hari pernikahan yang dilakukan pada tanggal 16 september 2015 kado terindah yang telah Allah berikan untuk saya tepat 5 hari sebelum hari ulang tahun, Allah memberikan jodoh terbaik untuk saya. Hari ini tepat 1 bulan kami menikah dan berjalan tidak seperti biasanya, ada rasa senang dan bingung ketika saya memandang alat tes pack yah nampak 2 garis merah yang menandakan positif hamil. Senang ada makhluk kecil yang hidup di dalam rahim saya namun bingung diluar dugaan karena kami berniat untuk menunda selama 1 tahun namun ternyata Allah lebih cepat mempercayakan amanah ini kepada kami.


Trismester 1 menjadi awal perjuangan saya sebagai bumil, pada kehamilan trismester 1 terkenal dengan istilah morning sick dimana terjadinya rasa mual dan ingin muntah dipagi hari. Namun bagi saya bukan hanya morning sick tapi all day sick hehe karena memang rasa mual itu muncul tidak hanya di pagi hari saja tapi sepanjang hari. Rasa mual ini terjadi karena adanya hormon HCG ( Human Chorionic Gonadotropin) yang diproduksi setelah terjadinya pembuahan. Hormon HCG diperlukan untuk mendukung pertumbuhan plasenta yang berperan menyalurkan nutrisi dan oksigen dari tubuh ibu ke janin. Waktu kadar hormon HCG pada air seni meningkat, alat tes kehamilan akan menunjukkan dua garis yang menandakan positif hamil. Tapi dampak dari meningkatnya kadar hormon HCG yang tinggi menyebabkan mual dan ingin muntah yang sulit tertahan. Walaupun mual dan muntah terus terjadi dan bikin lemes tapi tetap harus ada asupan nutrisi yang masuk ke badan buat detun.

Banyak hal-hal baru yang terjadi di kehamilan semester 1 ini, saya yang asalnya senang sekali makan produk olahan daging sapi tiba-tiba saja gak suka dan tercium bau yang memicu rasa ingin muntah. Apapun makanan yang mengandung protein mulai dari ikan, ayam, telur semua saya stop jangankan ingin makan mencium baunya saja membuat saya ingin muntah. Dua bulan pertama kehamilan saya masih bekerja di Karawang jauh dari suami yang kerja di Solo dan keluarga yang tinggal di Bandung, terasa sekali perjuangannya namun harus tetap di nikmati. Semenjak hamil tiba-tiba mood cepat sekali berubah kadang senang, sedih, marah silih berganti, dari yang asalnya senang tiba-tiba bisa nangis bombay engga jelas yah untuk para suami jangan heran ketika istrinya tiba-tiba jadi melankolis dan baperan semua itu terjadi karena banyaknya perubahan hormon dalam tubuh bumil. Selain hormon HCG ada juga beberapa hormon yang diproduksi tubuh yaitu hormon HPL (Human Placental Lactogen) yang  berperan dalam memproduksi ASI pasca melahirkan. Hormon Relaxin  fungsinya memberikan efek relaksasi pada bagian sendi, panggul dan melembutkan  bagian leher rahim. Hormon estrogen yang diproduksi ovarium berperan meningkatkan pertumbuhan slauran kelenjar  susu yang sangat penting saat masa menyusui selain itu fungsinya dapat pula memicu kontraksi pada rahim jadi otot-otot di bagian  uterus menjadi lebih sensitif dan membuat bagian miss V dan serviks  menjadi lebih lentur dan juga hormn estrogen ini  mampu memperkuat dinding rahim saat terjadi proses persalinan. Kemudian ada hormon progesteron yang fungsinya untuk menciptakan lapisan dinding  rahim yang berperan untuk menahan plasenta yang ada pada rahim dan yang terakhir hormon MSH (Melanocyte Stimulating Hormone) yang dapat merangsang pigmentasi kulit pada wanita hamil.

Selain jadi melankolis dan baperan bumil tiba-tiba ngidam dadakan, banyak makanan atau hal-hal yang ingin dilakukan tapi gak boleh enggak wajib di turutin, terkesan egois banget sih tapi yah itulah uniknya bumil. Waktu hamil ngidam saya itu pengen jalan-jalan terus karena kalau ngidam makanan kan bisa dicari sendiri tapi kalau ngidam jalan-jalan kan harus sama suami hehe ngidam z pake strategi. Kehamilan pada semester 1 bener-bener perjuangan karena ini baru hamil pertama bagi saya yang masih awam ditambah jauh dari suami dan keluarga tapi rasa senang karena akan memiliki keturunan mengalahkan rasa lelah efek mual dan baperan hehe

Kamis, 17 Maret 2016

Explore Karanganyar "Mengenang Kejayaan Pabrik Gula Tasikmadu & Agrowisata Sondokoro"

Explore Karanganyar "Mengenang Kejayaan Pabrik Gula Tasikmadu & Agrowisata Sondokoro"

Sabtu kemarin saya dan suami main ke Gramedia untuk membeli buku, pada waktu itu suami iseng untuk membeli peta Surakarta dan Provinsi Jawa Tengah. Alasannya buat referensi traveling, sesampainya dirumah kami melihat isi peta dan mereview beberapa kota yang sebelumnya telah kami datangi. Kemudian saya melihat bahwa di Karanganyar ada objek wisata lain yaitu Agrowisata Sondokoro yang berada di komplek Pabrik Gula Tasikmadu dan Waduk Lalung. Setelah saya fikir-fikir bagus nih tempat wisata, bisa berwisata sekalian belajar dan membandingkan antara Pabrik Gula di Klaten dengan Pabrik Gula Tasikmadu di Karanganyar serta jarak dari rumah tidak terlalu jauh. Berhubung jadwal libur suami masih ada 1 hari lagi akhirnya saya meminta hari minggu kita traveling ke pabrik gula dan sekitarnya dengan alasan ngidam jalan-jalan alhamdulilah suami setuju. hehe

Hari minggu pagi saya mempersiapkan bekal makanan sambil baca beberapa info tentang Agrowisata Sondokoro dan Pabrik GulaTasikmadu, tidak lupa juga saya mencari rute untuk mencapai tempat tujuan menggunakan google map dan waze. Setelah persiapan selesai akhirnya kami berangkat dari rumah di manahan melalui jalan Jenderal Ahmad Yani- Jl.Tentara Pelajar kemudian dilanjutkan menuju jalan arah Tawang Mangu dan belok kiri di perempatan Papahan yang ditandai depan tugu berwarna hitam seperti pura di Bali , jarak yang ditempuh sekitar 15 km dengan waktu 40 menit.

Menurut sejarah Pabrik Gula Tasikmadu didirikan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegaran IV pada Tahun 1871 di Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Pabrik Gula Tasikmadu berdiri di atas tanah seluas 28,364 hektar milik Kraton Mangkunegaran. Pada Tahun 1996 Pabrik Gula Tasikmadu menjadi salah satu unit kerja dari PT Perkebunan Nusantara IX.  Pabrik Gula Tasikmadu merupakan aset ekonomi dan aset budaya yang tak ternilai.
(Pabrik Gula Tasikmadu)

Agrowisata Sondokoro berada di area Pabrik Gula Tasikmadu, di halaman depan terdapat kremoon (gerbong) buatan Tahun 1875 yang digunakan Mangkunegaran IV saat mengunjungi pabrik dan ada pula gerbong berwarna hijau buatan S.Chevalier Construction Paris yang digunakan Mangkunegaran IV untuk menemui rakyat.  Agrowisata Sondokoro merupakan obyek wisata sejarah yang dikemas dalam suasana yang modern. Tiket masuk tempat wisata yaitu Rp.5000,- , fasilitas di sekitar tempat Agrowisata Sondokoro yaitu arena bermain, kantin, mushola, taman, penjualan souvenir dan panggung hiburan. Zona bermain anak dibagi menjadi beberapa seperti water boom,  aquarium air laut & tawar, theater untuk melihat film dokumenter pengolahan tebu,monumen penggilingan tebu, taman edukatif,dan beberapa kandang hewan langka yang tersebar di sekeliling tempat agrowisata.

 (Monumen Mesin Giling Tebu)

Setelah puas mengelilingi Agrowisata Sondokoro saya penasaran ingin melihat Pabrik Gula Tasikmadu, untuk mengelilingi pabrik disediakan kereta lokomotif dengan dibagi menjadi 2 rute, ada Spoor Tebu dan Spoor Sakarosa. Setelah bertanya kepada petugas ternyata perbedaan Spoor Tebu dan Spoor Sakarosa yaitu pada rute yang dilalui kalau Spoor Sakarosa melewati terowongan. Akhirnya saya memilih untuk naik Spoor Tebu dengan harga tiket Rp.10.000,-. Pemandangan pertama kali yang saya lihat yaitu lori-lori bekas yang tidak terpakai, dulunya digunakan untuk mengangkut tebu hasil panen. Kemudian kami melewati beberapa gedung tua tempat pengolahan tebu, mesin-mesin pengolahan dan juga kebun tebu. Selama di perjalanan terdapat banyak poster yang tertempel di dinding sebagai informasi pengolahan tebu dari awal pembibitan, panen tebu, pengangkutan tebu sampai proses pembuatan gula.Kami juga melewati beberapa rumah dinas yang dulu dipakai pekerja pabrik untuk tinggal, unikny di beberapa rumah tersambung dengan rel kereta mungkin dulu selain mobil kereta juga digunakan sebagai alat trasportasi pekerja di dalam pabrik. Setelah selesai mengelilingi pabrik saya membayangkan bagaimana masa-masa kejayaan pabrik ini yang masih beroperasi, namun sayang kejayaan itu kini tertutup debu tebal dan hanya menjadi bagian dari sejarah.

(Spoor Tebu)

Selesai berkeliling di Pabrik Gula Tasikmadu waktu baru menunjukkan pukul 11.00  saya dan suami teringat bahwa pada peta yang kami beli di Karanganyar ada waduk namanya Waduk Lalung karena tidak tahu tempatnya akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi teman asli orang Karanganyar. Berdasarkan info dari teman jarak dari Pabrik Gula Tasikmadu ke waduk tidaklah jauh akhirnya kami memutuskan untuk melihat waduk Tersebut. Waduk Lalung berada di Jalan Lalung-Bekonang Kelurahan Lalung Kecamatan Karanganyar, patokan untuk menuju Waduk Lalung dari Tugu Pancasila belok kiri dan lurus terus melalui jalan Slamet Riyadi posisi waduk berada di sebelah kanan, setelah mengikuti arahan google map sampailah kami di Waduk Lalung. Menurut sejarah Waduk Lalung dibangun pada Tahun 1940 oleh pemerintah Hindia Belanda, tujuan dibangunnya waduk ini adalah untuk mengairi sawah dan sebagai tadah hujan. Waduk Lalung tidak sebesar waduk yang berada di Wonogiri atau Klaten, pada saat kami berkunjung kesana banyak orang yang sedang memancing karena seringnya kami berkunjung ke waduk sampai-sampai suami saya ingin membeli alat pancing hehe. Di area waduk tidak ada objek wisata jadi waduk ini hanya benar-benar difungsikan untuk mengairi sawah yang berada di sekitar waduk. Setelah puas mengelilingi waduk akhirnya kami memutuskan untuk shalat dan beristirahat sejenak kemudian dilanjutkan pulang kerumah.

Traveling kali ini sangat menyenangkan selain jaraknya yang tidak terlalu jauh dari rumah dan berhasil menghilangkan rasa penat, dengan berwisata di Agrowisata Sondokoro/ Pabrik Gula Tasikmadu juga menambah wawasan saya mengenai pengolahan tebu dan mengenang bagaimana kejayaannya dulu. Oh iya, usut punya usut setelah sampai dirumah dan baca-baca info mengenai Waduk Lalung ternyata disana tempatnya agak angker dan banyak penampakan, tapi untung saya tau nya udah sampai rumah dan gak nemu yang aneh-aneh alhamdulilah semoga saja kami dijauhkan dari hal-hal yang aneh hehe...



Selasa, 23 Februari 2016

ibu hamil jalan-jalan" Explore Wonogiri"

Cerita ibu hamil jalan-jalan di Wonogiri

Alhamdulilah sampai detik ini  masih dikasih nikmat hidup dan sehat sama Allah, akhir-akhir ini walaupun kehamilan udah menginjak 5 bulan 2minggu tapi ngidam masih aja gak ilang-ilang maksudnya ngidam jalan-jalan. Ceritanya kemarin tanggal 21 februari saya dan suami ngebolang ke Wonogiri. kenapa memilih untuk ngebolang ke Wonogiri karena jaraknya dekat dengan Solo tempat tinggal saya sekitar 40 km  dan kalau perjalanan menggunakan sepeda motor waktu tempuh cuma 1 jam, enak banget kan perjalanan 1 jam tapi bisa maen ke kota lain. Yah salah satu hal yang saya sukai tinggal di Solo itu adalah jarak ke kota tetangganya deket banget.
 
Sebenernya rencana awal pengen ngebolang ke Semarang pake kereta tapi jadwal kereta dari Solo itu adanya jam 5.20 dari stasiun Purwosari tapi nyubuh banget harus jam berapa saya siap-siap masak dll, akhirnya malam sabtu saya cari alternatif lain dan Wonogiri jadi salah satu tempat yang akhirnya saya pilih buat ngisi waktu weekend. Malam itu juga saya cari referensi dari internet tentang tempat wisata yang ada di Wonogiri dan di instagram explore Wonogiri,karena ngelihat jarak dan kondisi saya sebagai bumil yang gak bisa egois pengen maen kemana-mana tapi harus mikirin kesehatan dede utun akhirnya saya pilih untuk main ke Waduk Gajah Mungkur karena jaraknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Wonogiri dan waduknya sangat luas jadi penasaran buat pergi kesana.

Hari minggu pagi selepas shalat subuh  saya mulai beres-beres rumah dan masak buat bekal selama perjalanan, alasan kenapa masak dan bawa bekel sih karena biar tau kebersihan makanan dan komposisinya maklum bumil gak boleh makan sembarangan, tapi selain itu bisa menghemat budget juga hehe bukan pelit ngeluarin anggaran buat wisata kuliner ya. Beres masak badan saya tumbang karena kondisi lagi hamil kadang gak nentu tiba-tiba sehat tapi beberapa menit kemudian bisa tumbang akhirnya suami putuskan buat istirahat dulu dan sarapan serta packing.

Jam 8.30 akhirnya saya memulai perjalanan berkendara motor dari rumah di daerah Manahan ke Wonogiri, persiapan untuk dijalan selain bekal makan dan minum saya bawa jas hujan karena masih musim hujan, pake jaket yang tebel, masker, helm dan kacamata kalau dilihat dari gaya nya sih bukannya gahol gaya ibu-ibu muda tapi lebih tepat mirip robot hehe gak papa lah yang penting safety ditambah saya bawa bantalan buat alas duduk, bumil kan dikit-dikit suka pegel jadi biar mengurangi rasa pegel selama perjalanan pake motor akhirnya saya bawa ganjalan duduk kaya bantal gitu deh dan kalau mulai pegel jangan maksain jalan istirahat aja dulu sambil menikmati perjalanan toh namanya kan jalan-jalan jadi gak dikejar waktu dan bisa kita manfaatkan untuk melihat pemandangan atau kondisi selama perjalanan.

Karena baru pertama kali ke Wonogiri dan gak tau jalan akhirnya mintalah bantuan waze salah satu aplikasi petunjuk arah, jalan yang kita pilih itu dari Manahan ke arah Taman Sriwedari kemudian ke Solo Baru lanjut Sukoharjo dan masuk jalan raya Sukoharjo-Wonogiri. Karena saya pergi hari minggu kondisi jalanan lumayan padat, waktu ngelewatin Taman Sriwedari karena baru car free day jadi antara kendaraan dan pejalan kaki ramai berlalu lalang, lewat Solo Baru pun tidak jauh berbeda tapi di asikin aja. Hal yang berkesan buat saya selama melalui jalan raya Sukoharjo-Wonogiri itu adalah ketika melewati jalan kanan kirinya masih ada hamparan sawah yang hijau terbentang dan latar belakang bukit-bukit subhanallah indah banget jadi saya bisa merefresh otak dan merecharge energi baru.


Ketika memasuki kota Wonogiri tata kotanya bagus, rapih, bersih, jalan pun lebar jadi saya sangat suka, selama perjalanan saya mengikuti petunjuk waze akhirnya saya sampai di gerbang PLTA Waduk Gajah Mungkur, ketika masuk jalanannya naik turun dan latar belakangnya bukit indah banget. Dari gerbang awal menuju waduk gak begitu jauh kita harus melewati jalan pinggir sungai dan jembatan baru kemudian kita sampai di pintu PLTA Waduk Gajah Mungkur,tapi sayang pintunya gak bisa dibuka dan selain petugas dilarang untuk masuk akhirnya kita jalan lagi menuju Tugu Tani dimana disekelilingnya ada kursi seperti untuk tempat pertunjukan dan beberapa orang yang berjualan akhirnya saya dan suami memutuskan untuk beristirahat disana dan melihat pemandangan waduk yang sangat luas sambil menikmati ice cream pot yang dijual disana lumayan melepas lelah sambil makan yang dingin-dingin biar lebih adem karena cuaca disana sangat panas. 
( Tugu Tani)
Menurut beberapa sumber waduk ini dibangun pada Tahun 1976-1981. Luas daerah genangan lebih dari 8.800 ha dan luas daerah yang dibebaskan 90 km2 yang terdiri dari 51 desa di 7 kecamatan. Pada saat pembebasan daerah genangan ini mengorbankan 12.525 kepala keluarga terdiri dari 68.750 jiwa yang secara suka rela melakukan Program Bedhol desa dengan bertransmigrasi ke Sumatera. Pantesan waduk ini luas banget ternyata sampe 51 desa yang tergenang. Manfaat dibangunnya waduk ini adalah sebagai pengendali banjir (flood control) Sungai Bengawan Solo, penyedia air irigasi untuk daerah Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Karang anyar dan Sragen. Penyedia tenaga listrik untuk daerah kabupaten Wonogiri, budidaya perikanan air tawar dan juga sebagai obyek wisata. 
(Aliran air sungai dari Waduk Gajah Mungkur)

Waduk Gajah Mungkur masa pakainya bisa sampai 100 tahun dari pertama dibangun, namun karena disebabkan laju sedimentasi yang sangat tinggi mempercepat pendangkalan waduk, dengan semakin dangkalnya waduk dikhawatirkan waduk gak akan lagi sanggup menampung air penyebab banjir terutama daerah hilir sungai Bengawan Solo. Maka dari itu harus ada upaya dari pemerintah setempat untuk mengelola waduk ini karena merupakan salah satu aset bangsa dan pengorbanan penduduk dahulu tidaklah sia-sia. 

Beres keliling-keliling akhirnya saya dan suami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju objek wisata lainnya yang ada di Wonogiri, akhirnya kami pilih untuk mengunjungi Museum Wayang Indonesia yang letaknya sekitar 14km dari Waduk Gajah Mungkur, perjalananpun dilanjutkan. Selama di perjalanan suasananya sangat hijau dan indah kanan kiri jalan ditanami sayur-sayuran, sawah dan ada juga penambangan batu kapur. Akhirnya kami sampai di Museum Wayang tapi sayangnya museum saat itu tutup jadi kami hanya melihat-lihat saja dari kaca luar gedung. Museumnya menampung koleksi wayang-wayang kulit, lokasi museum tepat di pinggir jalan jadi engga akan susah untuk menemukan museum ini. Karena museum tutup dan sudah adzan dzhur akhirnya kami memutuskan untuk kembali istirahat sekalian shalat dzuhur. 

Selepas shalat kami memulai perjalanan pulang dan mencari tempat yang pas untuk makan bekal siang yang dibawa dari rumah, selama perjalanan pulang kami menelusuri pinggiran waduk yang sangat luas sambil melihat bapak-bapak yang memancing dipinggir sungai. Kanan kiri jalan sekeliling waduk banyak penjual yang menjajakan makanan ikan goreng untuk oleh-oleh. sambil melanjutkan perjalanan pulang dan kembali melihat pemandangan  akhirnya kami memutuskan untuk istirahat di pinggir sawah karena udaranya sejuk, pemandangannya pun indah subhanallah. Makan di pinggir sawah bukannya membuat kami risih tapi malah semakin lahap makan engga tau karena lapar gak tau karena memang suasananya nyaman banget yah beda-beda tipis lah. 


Setelah bekal makanan raib dalam sekejap kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang kembali melewati jalanan Sukoharjo-Solo Baru dan Manahan akhirnya jam 3 sore kami sampai dirumah dengan selamat.Selama perjalanan saya istirahat beberapa kali maklum bumil selain cepet pegel juga beser alias selalu pengen ke kamar kecil hehe. Di perjalan banyak banget hikmah dan ilmu yang saya dapat. Mulai dari menikmati pemandangan selama perjalanan, belajar tata kota,banyak berdiskusi dan bercanda dengan suami, belajar sejarah dan kehidupan warga sekitar. Traveling itu bukan hanya sekedar jalan-jalan ketempat jauh yang ngabisin uang banyak, kita bisa membawa bekal makanan, buah-buahan, minum dan snack ringan untuk menemani selama perjalanan. Traveling bisa dilakuin dengan mengunjungi kota terdekat, belajar budaya kearifan warga lokal dan lingkungan lainnya. Traveling juga engga ribet ko asal ada niat dan nikmati aja selama perjalanan mau macet panas-panasan atau kehujanan namanya juga jalan-jalan jadi ya nikmati aja untuk melepas lelah dari kesibukan aktifitas kerja sehari-hari dan juga untuk merecharge energi serta memperbanyak pengetahuan. Banyak nikmat Allah yang tersebar di muka bumi ini jadi mulailah dengan berjalan setapak demi setapak untuk melihat keindahan dan bersyukur akan nikmat yang Allah berikan untuk kita. Kalau kata walikota Bandung biar gak suka marah-marah harus banyak piknik hehhehe. Sekian cerita jalan-jalan saya dan suami di Wonogiri sampai jumpa di cerita perjalanan lainnya ^_^

Rindu namun hanya sebatas rindu

Rindu mungkin itu yang saya rasakan, maksud rindu disini itu adalah rindu banget buat ngurus lagi blog ini yang sempat vakum lama banget, terakhir ngepost tulisan di tahun 2014 dan sekarang udah masuk bulan februari  tahun 2016. Lama banget blog ini gak keurus karena banyak hal kaya kerjaan yang padet, laptop yang sering ngadat karena kebanyakan data dan juga sinyal internet yang gak bisa kompromi. 

Tapi sekarang insyaAllah mudah-mudahan bisa ngurus blog lagi dimulai dengan membersihkan blog dari sarang laba-laba dan jamur karena udah lama banget gak di urus hehe. Mudah-mudahan kedepannya makin produktif karena sekarang lebih fokus dirumah menanti kelahiran dede utun yang insyaAllah udah menginjak usia 6 bulan. Udah lama gak ngurus blog tau-tau banyak banget hal dalam hidup yang berubah dari mulai status yang udah nikah, sebentar lagi mau jadi orang tua dan juga pekerjaan. Mudah-mudahan waktu yang udah berlalu dipake dengan hal-hal positif amiinnn. 

Sekarang saya lagi seneng traveling, belajar bercocok tanam, belajar memasak dan membuat beberapa kreasi tangan, tujuan awal buat ngilangin rasa jenuh karena yang biasanya sibuk kerja sekarang fokus dirumah, insyaAllah mudah-mudahan kedepannya bisa saya share cerita traveling, resep masakan, belajar bercocok tanam dan beberapa kerajinan tangan yang sebenernya saya ambil referensinya dari temen-temen bloger lain hehehe


Kalau udah curhat pasti panjang lebar,,mudah-mudahan kedepannya bisa aktif lagi nulis blog dan meningkatkan kualitas tulisannya yang hampir lama banget gak pernah nulis lagi huhuhuhu....ayo semangat 


Solo, 24 Februari 2016