Selasa, 16 Juli 2013

PEMANFAATAN KULIT BAWANG MERAH SEBAGAI PEWARNA TEKSTIL

PEMANFAATAN KULIT BAWANG MERAH SEBAGAI PEWARNA TEKSTIL

Elin erlinawati, Lestari Nadia, Yana Waryana

Mahasiswa Kimia Tekstil, Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, Bandung, Indonesia.

RINGKASAN
Maraknya penggunaan zat warna sintetik sebagai zat pewarna tekstil tidak mampu menggeser keberadaan  zat warna alami, karena zat warna alam memiliki kelebihan dibandingkan zat warna sintetik yaitu tidak mudah pudar setelah penyimpanan dalam waktu yang lama serta dalam segi lingkungan limbah zat warna alam lebih mudah terdegradasi oleh biodegradable. Kulit bawang merah mengandung zat warna alam yaitu antosianin dan flavonoid, untuk mendapatkan zat warna alam dari kulit bawang merah maka dilakukan proses ekstraksi panas dari 1 kg kulit bawang merah dengan 6liter air selama 1 jam. Proses identifikasi zat warna alam dilakukan dengan uji methanol menghasilkan warna methanol tidak menjadi tua dan pada saat proses pencelupan kain wol dan nilon terwarnai tua, hal ini menunjukkan bahwa zat warna yang terkandung didalam kulit bawang merah adalah zat warna asam.
Proses pencelupan dilakukan dengan memvariasikan waktu pencelupan selama 15 menit, 30 menit dan 45 menit dengan nilai K/S tertinggi 17,79 % diperoleh pada pencelupan selama 30 menit. Proses iring dilakukan untuk memperbesar molekul zat warna yang sudah ada di dalam serat, sehingga tidak mudah keluar dari dalam serat. Zat kimia yang digunakan untuk prose siring adalah Tawas, Kapur, Kalium Bikarbonat dan FeSO4, nilai pengujian perubahan warna (Staining Scale) dan penodaan warna (Gray Scale) yang paling baik diperoleh denga prose siring tawas selama 15 menit.
Kata Kunci : Bawang merah, iring, pencelupan, K/S


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar